Sebuah kasus penipuan mencuat di Kabupaten Mojokerto dan menghebohkan publik. Seorang perempuan lanjut usia (nenek-nenek) ditangkap polisi setelah kedapatan menipu anggota DPRD setempat hingga ratusan juta rupiah. Pelaku mengaku sebagai pengurus tingkat pusat Partai Demokrat—tepatnya dari DPP—dan meyakinkan korbannya bahwa ia bisa memfasilitasi berbagai kepentingan politik dan administratif.
Modus yang digunakan terbilang cukup canggih untuk ukuran penipuan konvensional. Korban, seorang anggota legislatif daerah, percaya begitu saja karena pelaku mampu menunjukkan dokumen-dokumen yang tampak resmi, lengkap dengan kop surat dan tanda tangan yang meyakinkan. Total kerugian mencapai Rp266 juta, yang diserahkan secara bertahap dengan alasan biaya proses administrasi dan “uang pelicin” untuk mempercepat urusan.
Polisi yang menangani kasus ini menyatakan bahwa pelaku tidak memiliki kaitan apa pun dengan struktur resmi Partai Demokrat. Setelah dilakukan verifikasi, DPP Demokrat pun membantah keberadaan nama pelaku dalam kepengurusan mereka. Kini, sang nenek diamankan dan dikenakan pasal penipuan dan atau pemalsuan dokumen sesuai KUHP.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi siapa pun—termasuk pejabat publik—untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi menyeluruh sebelum menyerahkan uang atau data pribadi. Di era informasi seperti sekarang, modus penipuan semakin beragam dan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari sosok yang tampak tak mencurigakan sekalipun. Untuk yang ingin tetap tenang dan fokus pada hal positif, ada banyak cara menghibur diri, salah satunya lewat Indobet, tempat hiburan digital yang aman dan terpercaya.